Pengertian Bank

Advertisement

Caradunia.comPengertian bank. Mengenai pengertian bank bisa dipastikan semua orang telah mengerti, baik yang pernah mengenyam pendidikan di sekolah maupun yang tak sekolahpun pasti tahu arti umum dari bank. Walaupun tidak semua orang memiliki tabungan di bank, tetapi kata bank sering dijumpai dalam kehidupan sehari hari, seperti iklan di TV yang sering menampilkan iklan bank / ketika bepergian kita melihat gedung bank.

Saya merasa kita semua sepakat bahwa arti pendek dari bank ialah tempat menyimpan uang / menabung, dan juga tempat untuk meminjam uang. Pada artikel ini, kita akan membahas mengenai pengertian bank secara lengkap, mulai asal kata bank, pengertian bank secara umum serta pengertian bank menurut udang-undang pemerintah.

pengertian bank

Asal dari kata bank ialah dari bahasa Italia yaitu banca yang berarti tempat penukaran uang. Secara umum, pengertian bank adalah sebuah lembaga intermediasi keuangan yang umumnya didirikan dengan kewenangan untuk menerima simpanan uang, meminjamkan uang & menerbitkan promes / yang dikenal sebagai banknote.

Sedang pengertian bank menurut Undang-undang Negara Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1998 Tanggal 10 November 1998 tentang perbankan, yang dimaksud dengan bank ialah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan & menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit & atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.

Dari pengertian bank menurut UU Negara Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1998 bisa disimpulkan bahwa usaha perbankan meliputi 3 kegiatan, yaitu menghimpun dana, menyalurkan dana serta memberikan jasa bank lainnya. Kegiatan menghimpun & menyalurkan dana merupakan kegiatan pokok bank sedang memberikan jasa bank lainnya hanya kegiatan pendukung. Kegiatan menghimpun dana, yaitu berupa mengumpulkan dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan giro, tabungan & deposito. Biasanya sambil diberikan balas jasa yang menarik seperti halnya, bunga dan hadiah sebagai rangsangan untuk masyarakat agar lebih senang menabung. Kegiatan untuk menyalurkan dana, berupa pemberian pinjaman kepada masyarakat. Sedang jasa-jasa perbankan lainnya diberikan untuk mendukung kelancaran kegiatan utama itu.

Jenis-jenis Bank

  1. Bank Sentral, adalah suatu institusi yang bertanggung-jawab guna menjaga stabilitas harga / nilai suatu mata uang yang berlaku di negara itu, yang dalam hal ini dikenal dengan istilah inflasi / naiknya harga-harga yang dalam arti lain turunnya suatu nilai uang.
  2. Bank Umum, adalah bank yang bukan saja bisa meminjamkan atau menginvestasikan berbagai jenis tabungan yang diperolehnya, tapi juga dapat memberikan pinjaman dari menciptakan sendiri uang giral, dan bisa bertransaksi alias lalu lintas giro.
  3. Bank Perkreditan Rakyat (BPR), adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional / berdasar prinsip syariah yang dalam kegiatannya tak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.
  4. Bank Syariah, adalah bank yang beroperasi berdasar prinsip bagi hasil (kaidah ajaran islam tentang hukum riba).

Fungsi Bank

1. Penghimpun dana guna menjalankan fungsinya sebagai penghimpun dana maka bank mempunyai beberapa sumber yang secara garis besar ada 3 sumber, yaitu:

  • Dana yang bersumber dari bank sendiri yang berupa setoran modal waktu pendirian.
  • Dana yang berasal dari masyarakat luas yang dihimpun melalui usaha perbankan seperti usaha simpanan giro, deposito & tabanas.
  • Dana yang bersumber dari Lembaga Keuangan yang didapat dari pinjaman dana yang berupa Kredit Likuiditas dan Call Money (dana yang sewaktu-waktu bisa ditarik oleh bank yang meminjam) & memenuhi persyaratan. Mungkin kamu pernah mendengar beberapa bank dilikuidasi / dibekukan usahanya, salah satu penyebabnya ialah karena banyak kredit yang bermasalah / macet.

2. Penyalur dana-dana yang terkumpul oleh bank disalurkan pada masyarakat dalam bentuk pemberian kredit, pembelian surat-surat berharga, penyertaan, pemilikan harta tetap.

3. Pelayan Jasa Bank dalam mengemban tugas sebagai “pelayan lalu-lintas pembayaran uang” melakukan berbagai aktivitas kegiatan antara lain pengiriman uang, inkaso, cek wisata, kartu kredit & pelayanan lainnya.

Adapun secara spesifik bank bisa berfungsi sebagai agent of trust, agent of develovment & agen of services.

1. Penyalur atau pemberi Kredit Bank dalam kegiatannya tidak hanya menyimpan dana yang diperoleh, akan tetapi untuk pemanfaatannya bank menyalurkan kembali dalam bentuk kredit kepada masyarakat yang memerlukan dana segar untuk usaha. Tentunya dalam pelaksanaan fungsi ini diharapkan bank akan mendapatkan sumber pendapatan berupa bagi hasil / dalam bentuk pengenaan bunga kredit. Pemberian kredit akan menimbulkan resiko, oleh sebab itu pemberiannya harus benar-benar teliti.

1. Agent Of Trust

Adalah lembaga yang landasannya kepercayaan. Dasar utama kegiatan perbankkan ialah kepercayaan ( trust ), baik dalam penghimpun dana / penyaluran dana. Masyarakat akan mau menyimpan dana dananya di bank apabila dilandasi kepercayaan (trust). Dalam fungsi ini akan di bangun kepercayaan baik dari pihak penyimpan dana maupun dari pihak bank & kepercayaan ini akan terus berlanjut pada pihak debitur. Kepercayaan ini penting dibangun karena dalam keadaan ini semua pihak ingin merasa diuntungkan guna baik dari segi penyimpangan dana, penampung dana / penerima penyaluran dana itu.

2. Agent Of Development

Yaitu lembaga yang memobilisasi dana untuk pembangunan ekonomi. Kegiatan bank berupa penghimpun dan penyalur dana sangat diperlukan bagi lancarnya kegiatan perekonomian di sektor riil. Kegiatan bank tersebut memungkinkan masyarakat melakukan kegiatan investasi, kegiatan distribusi, serta kegiatan konsumsi barang dan jasa, mengingat bahwa kegiatan investasi , distribusi dan konsumsi tidak dapat dilepaskan dari adanya penggunaan uang. Kelancaran kegiatan investasi, distribusi, dan konsumsi ini tidak lain adalah kegiatan pembangunan perekonomian suatu masyarakat.

3. Agent Of Services

Adalah lembaga yang memobilisasi dana untuk pembangunan ekonomi. Disamping itu melakukan kegiatan penghimpun & penyalur dana, bank juga memberikan penawaran jasa perbankan yang lain pada masyarakat. Jasa yang ditawarkan bank ini berhubungan erat kaitannya dengan kegiatan perekonomian masyarakat secara umum.

Reformasi Bank

PAK JUN 1983

Paket Bulan Juni 1983 ialah kebijakan perbankan yang dikeluarkan tanggal 1 juni 1983 ini juga dikenal sebagai paket non ceiling policy dalam artian perbankan sudah dibebaskan dari ketentuan batas atas (ceiling) suku bunga. Hal ini berarti bank-bank boleh menentukan suku bunga yang ditawarkan kepada masyarakat sesuai dengan pertimbangannya sendiri. Bank boleh menawarkan suku bunga kredit yang termurah sekalipun demikian pula bank boleh menawarkan suku bunga tabungan / deposito setinggi langit. Pertimbangannya penentuan suku bunga itu dipulangkan kepada masing-masing bank sepanjang mengikuti prinsip ekonomi yaitu sepanjang masih menjamin kelangsungan hidup bank.

Pokok-pokok kebijakan deregulasi perbankan 1 juni 1983 yaitu :

  1. Pagu credit (ceiling policy) dibebaskan, artinya tiap bank dapat mengadakan ekspansi kreditnya menurut pengelolaan masing-masing bank asalkan bank tersebut mempunyai loanable funds yang cukup.
  2. Loanable funds yang bersumber dari kredit likuiditas & bank Indonesia (KLBI) dibatasi dan hanya diberikan untuk kredit-kredit yang bersifat prioritas.
  3. Masing-masing bank bebas menentukan tingkat bunga simpanan & bunga pinjamannya.

PAK TO 1988

Kebijakan paket 1 juni 1983 dalam hal mobilisasi dana dan peningkatan efisiensi perbankan menjadi dasar dilanjutkannya deregulasi di bidang perbankan. Memang, salah satu tujuan serta deregulasi di bidang perbankan ialah menciptakan suatu iklim yang mendorong terjadinya persaingan usaha sehat diantara bank-bank untuk meningkatkan efisiensi dalam kegiatan usahanya.

Di awal tahun 1988, keadaan perekonomian di Indonesia mulai membaik. Hal ini mendorong pemerintah untuk melanjutkan & mempeluas lagi kebijakan deregulasi di bidang perbankan yaitu dikeluarkannya paket kebijakan 27 oktober 19988 (pakto 1988) yang merupakan titik adanya ‘liberalisasi dalam sektor perbankan’.

Tujuan dari pakto 1988 yaitu ;

  • Peningkatan mobilisasi dana & alokas dana
  • Pendayagunaan lembaga keuangan & perbankan supaya bergfunsi sebagai sarana transaksi yang dapat mendorong ekspor non minyak dan gas
  • Peningkatan efisiensi & kemudahan pendirian bank
  • Pengendalian kebijakan moneter dan pencipataan iklim pengembangan pasar modal.

Secara umum tujuan dilancarkannya deregulasi bisa disimpulkan :

  • Penyederhaan proses berbagai kegiatan ekonomi;
  • Penekanan ongkos-ongks non produktif dalam perekonomian;
  • Efisiensi lembaga-lembaga pelaku ekonomi;
  • Pengurangan campur tangan pemerintah dalam perekonomian;
  • Meningkatkan peran swasta yang lebih besar dalam perekonomian;
  • Mengupayakan membuat daya saing produk di dalam negeri lebih wajar dalam percaturan ekonomi internasional.
Advertisement
Pengertian Bank | cahayu | 4.5

Leave a Reply