Cara Menghitung Bunga Bank

Advertisement

Caradunia.comCara menghitung bunga bank. Saat kamu hendak melakukan kredit kepada bank, hal yang sering diperhatikan adalah plafon yang tersedia beserta angsuran yang harus kamu bayarkan hingga akhirnya melunasi pinjaman tersebut. Kamu memang menyadari pelunasan kredit yang kamu bayarkan tersebut sebenarnya berasal dari akumulasi jumlah pinjaman yang kamu ditambah bunga yang dikenakan untuk pinjaman tersebut. Tapi untuk masalah bunga ini, tidak banyak orang yang peduli.

cara menghitung bunga bank

Sebagian besar orang menganggap bunga akan terlihat dari jumlah total pembayaran dikurangi dengan jumlah pinjaman kamu sebenarnya. Cukup sampai di sana dan kamu tidak mengacuhkan bahwa jenis & cara menghitung bunga bisa memengaruhi nilai total pinjaman kamu. Tiap kredit sebenarnya mempunyai tipe bunganya sendiri / antara yang satu dengan yang lain tidaklah serupa. Jadi, ada baiknya kamu mengetahui cara menghitung dan jenis bunga terlebih dahulu supaya kamu bisa mengecek benar atau tidaknya penghitungan bunga yang dibebankan kepada kredit kamu.

Dengan mengetahui mengenai cara menghitung dari setiap jenis bunga, kamu dapat mulai menganalisis seberapa banyak angsuran / cicilan yang mesti kamu bayarkan serta seberapa lama pinjaman tersebut dapat terlunasi. Dengan demikian, kamu dapat mengatur keuangan kamu secara lebih baik. Pada dasarnya, tipe bunga yang diberlakukan pada bank-bank pemberi pinjaman ada tiga jenis. Ketiga jenis itu adalah bunga flat, bunga efektif serta bunga anuitas. Cara penghitungan bunga dari ketiga jenis ini tentunya tidak sama satu sama lain. Berikut adalah cara menghitung bunga bank dari ketiga jenis bunga tersebut.

1. Bunga Flat

Cara penghitungan bunga flat dapat dianggap paling mudah dibanding dua jenis tipe bunga lainnya. kamu dapat menemukan contoh dari penggunaan cara hitung bunga ini umumnya pada kredit kepemilikan kendaraan bermotor / kredit tanpa agunan. Dalam brosur-brosur iklan kredit kendaraan bermotor, kamu akan menemukan kolom-kolom yang menampilkan angsuran yang harus dibayar tiap bulannya. Angka dalam kolom-kolom tersebut berlaku sampai akhir pinjaman kamu berakhir atau lunas.

Jika kamu menemukan jumlah angsuran yang tetap seperti itu, dapat dipastikan cara penghitungan jenis bunga yang dipakai ialah flat / sama setiap bulannya. Di tipe ini, nilai plafon pinjaman beserta bunganya akan dihitung secara proporsional sesuai dengan jangka waktu / tenor pinjaman kamu.
Untuk memudahkan kamu membayangkan penerapan cara hitung bunga flat tersebut, berikut ini adalah contoh kasus yang bisa bisa pelajari.

Irawan mengajukan kredit KTA sebesar Rp 120 juta dengan tenor waktu kredit 12 bulan, & dikenakan bunga pinjaman sebesar 10% per tahun secara flat (sama). Berapakah angsuran per bulan yang harus dibayarkan?

Data:

  • Pokok pinjaman Irawan: Rp 120.000.000
  • Bunga per tahunnya: 10%
  • Tenor atau waktu pinjaman: 12 bulan

Cicilan pokok:

  • Rp 120.000.000 : 12 bulan = Rp 10.000.000/bulan

Bunga:

  • (Rp 120.000.000 x 10%) : 12 bulan = Rp 1.000.000

Jadi angsuran per bulan ;

  • Rp 10.000.000 + Rp 1.000.000 = Rp 11.000.000

Dari pinjaman tersebut setelah dihitung dengan cara hitung sistem bunga flat, angsuran yang harus kamu bayarkan sampai pinjaman tersebut lunas adalah Rp 11.000.000 tiap bulan. Nilai angsuran ini tidak akan berubah-ubah sebab bunga yang diaplikasikan adalah jenis bunga flat.

2. Bunga Efektif

Nama lain dari jenis bunga yang satu ini ialah “sliding rate”. Jenis bunga ini sering diterapkan pada kredit dengan jangka waktu / tenor yang panjang. Contohnya saat kamu mengajukan kredit pemilikan rumah (KPR) / kredit pemilikan apartemen (KPA).

Alasan bunga efektif lebih ditujukan pada kredit jangka panjang lantaran tenor yang lama membuat pinjaman tidak terburu-buru mesti terlunasi, sementara suku bunganya tidak terlalu besar. Suku bunga efektif biasanya lebih rendah dibanding bunga flat. Inilah yang membuatnya cocok untuk digunakan dalam kredit tenor jangka panjang.

Bunga yang lebih kecil itu diperoleh dari cara hitung bunga efektif yang melihat sisa pinjaman pokok dari debitur. Bila bunga flat melakukan penghitungan dengan mematok nilai pokok pinjaman dari awal pinjaman, berbeda dengan penerapan sistem bunga efektif. Yang dihitung pada saat kreditur menggunakan jenis bunga ini ialah jumlah utang yang belum terbayarkan setiap bulannya. Jadi kian lama, nilai bunga pinjaman kamu akan semakin rendah sebab sisa pinjaman kamu semakin berkurang.

Dari nilai bunganya yang semakin kecil itu, angsuran yang harus pertanggung-jawabkan tiap bulannya juga semakin sedikit. Berikut ialah rumus untuk menghitung besaran bunga efektif dari sebuah pinjaman.

Bila pada bunga flat, kreditur hanya menghitung pada awal pinjaman untuk menentukan angsuran, pada pinjaman dengan bunga efektif penghitungan akan dilakukan tiap bulan. Ini karena sisa pinjaman tentu akan semakin berkurang setiap bulannya sehingga perlu untuk melakukan penghitungan ulang. Supaya lebih memahami cara hitung bunga efektif, berikut ini ialah contoh kasus yang menerapkan pemakaian jenis bunga yang satu ini.

Pedrosa mengajukan kredit KPA (Kredit Pemilikan Apertemen) sejumlah Rp 120 juta dengan jangka waktu kredit selama 12 bulan serta dikenakan bunga pinjaman sebesar 10% per tahun secara efektif. Berapakah angsuran per bulan yang mesti dibayar?

Data:

  • Pokok pinjaman; Rp 120.000.000
  • Bunga per tahun; 10%
  • Tenor pinjaman; 12 bulan

Cicilan pokok;

Rp 120.000.000 : 12 bulan = Rp 10.000.000 per bulan

Bunga bulan 1 (pertama);

((Rp120.000.000 – ((1-1) x Rp10.000.000)) x 10% : 12 = Rp 1.000.000
Sehingga, cicilan bulan 1 = Rp 10.000.000 + Rp 1.000.000 = Rp 11.000.000

Bunga pada bulan 2:

((Rp120.000.000 – ((2-1) x Rp10.000.000)) x 10% : 12 = Rp916.667
Sehingga, cicilan bulan 2 = Rp 10.000.000 + Rp 916.667 = Rp 10.916.667

Bunga bulan 3:

((Rp120.000.000 – ((3-1) x Rp10.000.000)) x 10% : 12 = Rp833.333
Sehingga, cicilan bulan 3 = Rp10.000.000 + Rp833.333 = Rp10.833.333

Dan seterusnya, sampai pada bulan terahir …

Bunga bulan 12:

((Rp120.000.000 – ((12-1) x Rp10.000.000)) x 10% : 12 = Rp83.333

Sehingga, cicilan bulan 12 = Rp10.000.000 + Rp83.333 = Rp10.083.333

Terlihat ada pengurangan nilai jumlah total angsuran dari bulan pertama, bulan kedua, & seterusnya. Ini karena penerapan bunga efektif yang membuat bunga semakin kecil bergantung sisa pokok pinjaman. Pada bulan-bulan berikut dengan contoh kasus di atas, hasil penghitungan bunga akan semakin kecil & total angsuran akan semakin rendah.

3. Bunga Anuitas

Perhitungan bunga kredit yang satu ini adalah modifikasi dari cara menghitung bunga efektif. Nilai pembayaran total angsuran bunga efektif yang setiap bulannya berbeda sering kali membuat debitur menjadi bingung. Karena hal itu, pihak kreditur akhirnya membuat cara penghitungan yang kurang lebih sama seperti penghitungan bunga efektif setiap bulan, Tapi angsuran pokoknya yang berbeda.

Bila pada penerapan bunga efektif angsuran pokok diperoleh dari jumlah pinjaman dibagi dengan tenor kredit, hal berbeda diaplikasikan pada pinjaman yang menerapkan bunga anuitas. Angsuran pokok didapatkan dari jumlah total angsuran yang sudah ditetapkan dikurangi dengan hasil penghitungan bunga anuitas. Berikut ini ialah contoh kasusnya.

Budi mengajukan kredit KPR (Kredit Pemilikan Rumah) sebesar Rp 120 juta dengan tenor waktu kredit 12 bulan, & dikenai bunga pinjaman sebesar 10% / tahun secara anuitas. berapakah angsuran per bulan yang mesti dibayar?

Data:

  • Pokok pinjaman; Rp 120.000.000
  • Bunga per tahun; 10%
  • Waktu pinjaman ; 12 bulan

Cicilan pokok:

rumus anuitas :

 

P = Pokok Pinjaman
i = suku bunga pertahun
t = lama kredit dalam bulan

= Rp10.549.906

Ketika menghitung bunga anuitas, kamu perlu berkosentrasi dengan pokok pinjaman yang terpakai pada bulan ini guna menyisakan sisa pokok tabungan untuk menghitung bunga di bulan berikutnya. Dari situ terlihat, meskipun suku bunganya sama dengan bunga efektif, dengan cara penghitugan bunga anuitas yang berbeda, hasilnya pun akan berbeda ;

Bunga Tetap & Mengambang

Ketiga jenis bunga di atas menurut cara penghitungannya masih menerapkan sistem bunga tetap / fixed. Ya, selain harus memperhatikan cara penghitungannya, ada baiknya kamu juga mengetahui bunga yang dikenakan kepada kamu nantinya termasuk jenis tetap / mengambang (floating).

a. Bunga Tetap

Secara sederhana ialah bunga yang diberikan kepada kreditur dalam jangka waktu kredit tidak berubah-ubah. Persentase bunga tetap akan selalu sama dari awal pinjaman sampai pelunasan tagihannya. Jadi misalnya pada pinjaman sudah ditetapkan suku bunganya adalah 10 %, angka itu akan terus dipakai hingga pinjaman tersebut berakhir.

Jenis bunga tetap bisa dihitung baik dengan cara bunga fix, efektif sampai anuitas. Penggunaan bunga ini ada untung ruginya tersendiri. Untungnya, bila di pasar ada kenaikan suku bunga, hal itu tidak akan terlalu berpengaruh pada pinjaman kamu sebab bunganya sudah ditetapkan. Tapi ruginya, jika bunga di pasaran turun, kamu pun tidak dapat menuai pengurangan persentase bunga.

b. Bunga Mengambang

Tidak berdasar kesepakatan yang sudah dibuat pada awal peminjaman, jenis bunga mengambang sangat dipengaruhi oleh pergerakan kondisi global. Jika persentase bunga pasaran sedang menurun, maka bunga pinjaman kamu juga akan ikut turun. Sebaliknya, apabila ada kenaikan suku bunga, kamu akan terkena imbasnya sebab pinjaman kamu akan dibebankan bunga yang lebih tinggi, sesuai dengan dinamika kondisi pasar.

Untuk jenis bunga yang satu ini, kamu akan sulit menghitungnya jika menggunakan penghitungan bunga fix. Yang dapat dilakukan untuk melihat besaran angsuran dari bunga mengambang ialah menghitungnya dengan cara bunga efektif / anuitas. Hanya saja yang berbeda pada persentase bunganya dari bulan ke bulan.

Apabila kamu masih kurang jelas mengenai penghitungan berbagai jenis bunga yang mungkin diterapkan kepada pinjaman kamu, cobalah meminta pihak bank memberikan simulasi pembayaran kredit dari awal hingga akhir, Dari sana kamu juga bisa mengetahui besaran angsuran per bulan yang mesti kamu bayarkan. Selain itu kamu juga dapat melihat, berapa total bunga yang dikenakan kepada kamu dari pokok pinjaman yang kamu ajukan.

Ajukan Bunga yang Sesuai

Dengan mengetahui berbagai cara menghitunga bunga bank, kamu dapat memprediksi perkiraan angsuran yang akan menjadi tanggung jawab kamu ketika melakukan kredit. Dengan dapat menghitung bunga pula, kamu bisa mengajukan tawaran bunga yang sanggup kamu bayarkan terhadap kredit yang diajukan kepada pihak bank. Ini bukan hal terlarang sebab siapa pun dapat mengajukannya, karena penawaran bunga merupakan barang lumrah di dunia perkreditan. Hanya saja, tak banyak orang yang menyadarinya. Bagaimana, sudah ada keinginan untuk belajar menghitung bunga supaya bisa semakin meyakinkan kamu dalam melakukan pinjaman yang realistis?

Advertisement
Cara Menghitung Bunga Bank | cahayu | 4.5

Leave a Reply