Kekesalan Suami Istri Yang Boleh Diperlihatkan

Caradunia.comKekesalan suami istri yang boleh diperlihatkan. Pernikahan adalah sebuah ikatan sakral yang diharapkan hanya terjadi sekali dalam kehidupan seseorang. Tiap insan yang menjalin hubungan pernikahan bersama dengan pasangannya tentu saja menginginkan jika biduk rumah tangga yang dia jalani dengan pasangan bisa berjalan bahagia & langgeng sampai usia senja. Sewaktu pertama kali kamu mengucapkan janji suci pernikahan itulah waktu dimana sebuah kehidupan baru akan kamu lalui bersama dengan pasangan, sebuah kehidupan yang lebih mandiri sebab hanya kamu dan pasangan saja yang akan menjalani biduk rumah tangga ini.

kekesalan suami istri yang boleh diperlihatkan

Gejolak asmara yang kamu rasakan bersama dengan pasangan mungkin terasa begitu kuat & seolah tak akan pernah tergoyahkan meski badai dan cobaan mencoba menghancurkan hubunganmu. Mungkin hal ini jugalah yang membuatmu yakin jika hubungan pernikahan yang kamu jalani bersama dengan pasangan akan dapat bertahan lama dan senantiasa dihiasi dengan cinta & kebahagiaan.

Hanya saja, banyak pasangan yang mengalami kasus yang sama namun setelah menjalani hubungan rumah tangga yang lumayan lama rupanya kasih sayang dan cinta yang mereka peroleh dari pasangannya nyatanya tak seindah dan sekuat dulu. Bahkan kini pertengkaran & perselisihan seringkali terjadi.

Namun demikian, sebuah rumah tangga yang bahagia sekalipun tidak pernah luput dari koflik dan perselisihan bersama dengan pasangan. Hal ini wajar jika kita mengingat bahwa tak ada hal yang abadi di dunia ini, termasuk dengan rasa cinta dan kebahagiaan yang kamu rasakan bersama dengan pasangan. Memudarnya kasih sayang dan perhatian antara suami & istri bisa jadi dipengruhi karena beberapa fakto salah satunya adalah ketika tuntutan dan tanggung jawab dalam pernikahan sudah menuntut dan mendesak pasangan untuk bisa menjalankan perannya dengan sebaik-baiknya. Misalkan dalam kasus ini seperti suami yang dituntut untuk bisa memainkan peran sebagai seorang pencari nafkah demi kesejahteraan keluarga.

Hal inilah yang akhirnya membuat fokus suami terbagi dengan tanggung jawabnya mencari nafkah. Selain itu, usia pernikahan yang telah berjalan cukup lama cenderung membuat pasangan suami istri memilih untuk berfokus pada bagaimana tercapainya kesejahteraan dalam keluarga dibandingkan hanya dengan mengumbar kasih & sayang dengan pasangan. Sehingga pada akhirnya hal ini juga yang lebih mungkin menciptakan konflik dalam rumah tangga seperti sang suami yang terlalu sibuk dengan pekerjaan sementara sang istri yang ingin diperhatikan / hal lainnya. Seringkali karena kesibukan suami komunikasi yang baik menjadi terabaikan dan dari sini pulalah timbul benih-benih kekesalan pada pasangan yang tidak jarang membuat kita jengkel tak kepalang. Namun karena tidak ingin memecah pertengkaran dan perdebatan yang besar bersama dengan pasangan, akhirnya kita lebih memilih memendamnya & diam dalam kesal.

Padahal segala gesekan yang terjadi antara kamu dan pasangan dalam wujud pertengkaran suami dan istri justru akan dapat menyelesaikan suatu masalah yang sedang memanas. Sebaliknya daripada menyimpannya sampai menjadi bom waktu yang akan dapat menghancurkan rumah tangga kamu dikemudian hari. Maka tidak ada salahnya mengungkapkan kekesalan itu pada pasangan. Sebuah pertengkaran memang akan terjadi. Tapi bagaimana kita menyampaikan dan menyikapinya dengan baik adalah hal yang akan senantiasa mempengaruhi seberapa besar pertengkaran itu akan terjadi. Disamping itu, jika masalah ini diakhiri sampai ke akar-akarnya maka sisi baiknya adalah masalah tersebut akan dapat dituntaskan dengan baik.

Lalu hal apa sajakah yang boleh diungkapkan pada pasanganmu? Dan bagaimana peranan pertengkaran suami & istri untuk kehidupan berumah tangga secara keseluruhan? Kita simak berikut ini:

Kekesalan Suami Istri Yang Boleh Diperlihatkan

1. Selalu Sibuk dengan Ponselmu

Sebagian besar waktu yang dihabiskan pasangan lebih banyak dia habiskan ditempat kerjanya, hal inilah yang tentu saja membuat kamu dan pasangan berjauhan sepanjang hari karena pekerjaannya. Namun ketika dia sampai dirumah, dia malah sibuk sendiri dengan ponselnya dan sewaktu kamu lihat ponselnya rupanya ia sedang asik bermain dengan game kesayangannya & sewaktu ditanya mereka malah membela diri dengan dalih menghibur diri setelah kejenuhan di tempat kerja. Nah, jika sudah begini siapa yang tak jengkel?

Rasanya kamu ingin berteriak dan menumpahkan kekesalan sejadi-jadinya pada pasangan dan memarahinya demi membuat kamu mengerti. Namun, dibandingkan mengikuti amarah & emosimu, sebaiknya tariklah nafas dalam-dalam dan sampaikan dengan lembut “Mas, kamu ini sebenarnya lebih sayang siapa, istrimu / ponselmu itu sih?” Dengan begini lihatlah reaksi suami jika mereka meminta maaf & merasa bersalah maka maafkan mereka dengan syarat tak melakukan kesalahan yang sama sewaktu bersama dengan kamu. Selain itu, untuk mengantisipasi hal ini kembali terulang maka buatlah kesepakatan dengan pasangan untuk membuat jam ‘tanpa ponsel’ ketika kamu sedang makan malam atau ketika mengobrol bersama denganmu. Dengan begini kekesalan kamu akan dapat tersampaikan dengan baik dan keinginan kamu akan dapat terwujud tanpa adanya pertengkaran hebat karena amarahmu.

2. Selalu Sibuk Bekerja

Adalah wajar untuk para suami utnuk bekerja keras, mengingat persaingan di dunia kerja yang begitu ketat & meningkatnya ongkos kebutuhan hidup yang semakin hari semakin mahal. Hanya saja jika kesibukan suami ditempat kerjanya sudah begitu keterlaluan sampai tak bisa pulang ke rumah & menemui kamu bersama dengan anak-anaknya, bisa jadi hal ini telah membuat suamimu menjadi begitu mementingkan pekerjaanya dibandingkan dengan keluarganya. Kamu tentu akan merasakan kesepian karena pekerjaannya membuatmu jarang sekali menghabiskan waktu bersama dengan suamimu.

Namun apabila kamu mengatakan pada pasangan “Jangan terlalu sibuk bekerja” hal ini lebih mungkin membuat mereka menangkap makna lain dari pernyataanmu, yakni membuat mereka berpikiran “istri/suamiku tak dapat menghargai hasil kerja kerasku, padahal semua ini aku lakukan demi keluarga dan dirinya.”

Hindarilah percekcokan dengan pasangan dengan mengatakan betapa kamu dan anak-anak merindukannya serta ingin menghabiskan waktu bersamanya. Sebaliknya buatlah tindakan yang bisa membuat kamu memiliki waktu bersama dengannya, misalkan dengan bangun lebih pagi agar bisa minum teh dan mengobrol kecil dengannya dengan begini kamu dan pasangan akan dapat saling mengimbangi.

3. Terlalu Sering Mengeluh

Memang benar jika seseorang yang sudah menikah wajib terbuka pada pasanganya mengenai segala hal dan tak diperkenankan atau dibenarkan untuk menutupi segala hal dari pasangan hidupnya. Akan tetapi tentu saja kita akan merasa kesal & capek jika hampir setiap waktu pasangan terus-terusan mengeluh pada kita. Hanya saja, jika kamu marah atau kesal pada mereka dengan keluhan yang mereka berikan pada kamu, tentu tidak akan dapat menyelesaikan masalah pada rumah tangga. Sebaliknya solusi yang tepat adalah dengan mendengarkan keluhannya beberapa menit & alihkan pembicaraannya pada hal lain.

4. Terlalu Boros

Masalah keuangan adalah hal yang paling sering menyulut pertengakaran dalam rumah tangga, bahkan hal ini dapat memicu pertengkaran hebat sampai berujung perceraian. Namun sebelum kamu menyampaikan kekesalanmu dengan menghakiminya, cobalah untuk memahami kembali perilaku boros seseorang terhadap uang mungkin ia lakukan semata demi menikmati hasil kerja kerasnya. Hal yang bisa kamu lakukan adalah dengan membuat kesepakatan mengenai berapa jumlah keuangan yang bisa dihabiskan untuk ‘bersenang-senang’ sementara sisanya berikan pengertian pada pasangan untuk menyimpan & menabungnya untuk hal lain yang bisa saja terjadi tanpa tak terduga.

Kekesalan yang disimpan & dibendung terus-terusan tentu tidak baik. Untuk itu, perlu sekali diungkapkan. Hanya saja bagaimana kita menyampaikannya dengan baik akan mampu mempengaruhi bagaimana dampak yang akan dihasilkan.

Kekesalan Suami Istri Yang Boleh Diperlihatkan | cahayu | 4.5

Leave a Reply